BERITA DAERAH

Wampu.

Pencapaian Camat Wampu, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara (Sumut), Syamsul Adha, di ajang Anugerah Aparatur Sipil Negara (ASN) 2018 terhenti sudah. Sebelumnya, ia bertarung di Kategori PNS Inspiratif. Langkah satu-satunya wakil dari Sumut itu terhenti di babak 15 besar.

Dirinya tak berkecil hati. Baginya, sudah masuk dalam barisan peserta dan bersaing dengan kontestan lainnya sudah jadi satu hal yang mengesankan. Apalagi, dirinya menyadari, jika peserta lain lebih banyak dikenal masyarakat, juga punya prestasi dan pengalaman yang mumpuni.

“Bisa masuk menjadi peserta, saya sudah Alhamdulillah. Apalagi sudah sampai di 15 besar dan bersaing dengan abang dan kakak peserta lain. Ini pengalaman yang luar biasa bagi saya. Bagi saya, Alhamdulillah saya dipilih untuk ikut anugerah ASN yang pertama ini,” jelas Syamsul, Selasa (4/11).

 

Malah, dirinya berharap ini menjadi titik awal bagi ASN lainnya untuk terpacu mengabdi, melayani, dan berkarya dengan tulus kepada masyarakat. “Saya berharap, ini menjadi sebuah pemicu agar semakin banyak PNS yang akan merubah mindset. PNS selalu menjadi pelayan masyarakat. Teruslah melayani, teruslah berusaha, dan teruslah berkarya,” kata pria murah senyum itu.

Ayah dua anak ini sukses mengikuti dan menjalani tahapan demi tahapan. Dari 42 ribu yang didaftarkan ke panitia, Syamsul menjadi bagian dari 52 nominator. Proses penyisihan pun dimulai dan menyisakan 15 peserta. Dari 15 peserta ini, diciutkan dan dipilih 5 yang terbaik. Kelima nama tersebut adalah: Cris Kuntadi, Hunggul Yodono Setiohadi Nugroho, Akhmad Basori, Sutopo Purwo Nugroho, dan Endang Yuli P.

Datang dari daerah kecil di Sumut, Syamsul menarik perhatian atas gebrakan yang dilakukannya. Tak heran jika ia patut diperhitungkan mengikuti ajang tersebut dan bersaing dengan ASN berprestasi lainnya se-Indonesia.

 

Gebrakan yang menarik perhatian salah satunya adalah aplikasi lampu 7X27 jam. Ini merupakan sebuah layanan Kecamatan Wampu online 7×24 jam yang berbasis website yang dikombinasikan dengan e-surat. Ada pula bedah rumah yang dilakukan secara gotong royong tiap 3 bulan sekali, tanpa menggunakan APBD, melainkan mengandeng pihak ketiga.

Kemudian, Jumat Berbagi yang dilakukan pada Minggu keempat tiap bulannya. Kegiatan ini menyasar anak yatim piatu dan warga kurang mampu. Para pedagang kecil pun tak luput, dimana mereka dibantu pengurusan IUMK agar menjadi usaha resmi dan memfasilitasi pinjaman KUR.

Alumi SMA Negeri I Pangkalan Berandan ini pun berharap, pencapaiannya ini kiranya menjadi motivasi bagi ASN lainnya. Pengabdian, perhatian, dan pelayanan kepada masyarakat yang dipadukan dalam sebuah gebrakan kiranya menjadi sebuah prestasi.

“Manusia dianugerahi tiga kewenangan yakni kewenangan berencana, berusaha, dan berdoa. Maka rencanakanlah hidupmu dengan baik dan berusahalah di muka bumi ini dengan baik. Apa pun hasil yang kita terima, serahkan kepada Allah karena dengan kita berdoa kepada Allah maka yang kita terima itulah yang terbaik untuk kita,” pungkasnya.

 

      Camat Wampu Foto Bersama HUMAS BNPB Bapak Sutopo purwo nugroho

 

Sumber :

https://www.gatra.com/rubrik/nasional/pemerintahan-daerah/369453-Camat-Wampu-Jadi-Wakil-Tunggal-Sumut-di-Anugerah-ASN-Inspiratif-2018